Kakanwil Agama Provinsi Riau Buka Kegiatan Moderasi Beragama Bagi Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS

oleh -1.563 views

Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Riau DR. H. Mahyuddin, MA didampingi  Kasubbag Ortala dan KUB Provinsi Riau Gana Radguna, S.Ag., MH., Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau Drs. H. Asmuni, MA membuka secara resmi kegiatan moderasi beragama bagi Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS, di Hotel Pangeran Pekanbaru. Rabu, (8/12/2021) malam.

Ketua Panitia Gana Radguna, S.Ag., MH menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan mulai dari tanggal 8-10 Desember tahun 2021 dan diikuti 255 orang peserta yang terdiri dari KUA,  Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS tetap secara protokol kesehatan ketat dan sebelum acara mulai seluruh peserta wajib dilakukan Swab Antingen PCR dan Alhamdulillah semua peserta dalam kondisi yang baik.

Lanjut Gana, Nara sumber sebanyak 9 orang yang berasal dari 1 orang dari provinsi Riau, tiga orang dari provinsi Sumatera Utara, dua orang dari provinsi Sumatera Selatan dan satu orang dari provinsi Jawa Timur dan dua orang lagi dari provinsi DKI Jakarta.

Wawancara awak media Nsknews.com kepada Kakanwil Agama Provinsi Riau DR. H. Mahyuddin, MA menyampaikan bahwa peran Penyuluh Agama Islam baik Fungsional maupun non PNS dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait moderasi beragama harus dioptimalkan,

“peran penyuluh sangat penting dalam terapkan moderasi beragama ditengah masyarakat. Moderasi beragama merupakan proses memahami sekaligus mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang. Agar terhindar dari perilaku ekstrem atau berlebihan dalam mengimplementasikan ajaran agamanya,” kata Mahyuddin.

Mahyuddin, menambahkan ditengah keberagamaan masyarakat di Provinsi Riau, moderasi beragama sangat penting untuk disosialisasikan, “sebelum penyuluh melakukan sosialisasi tentang moderasi beragama, tentu para penyuluh ini perlu diberikan pembinaan dalam memahami konsep moderasi beragama dan diperkuat pemahamannya tentang wawasan kebangsaan,” imbuhnya

allowfullscreen>

Mahyuddin berharap, dengan adanya pembinaan tersebut akan menambah wawasan dan pengetahuan kepada para penyuluh, agar lebih siap dalam menyampaikannya kepada masyarakat.

Lanjut Mahyuddin, Moderasi Beragama ini masuk ke dalam RPJMN kemudian masuk di Renstra Kementerian Agama di tahun 2020-2024 dan ini yang sedang kita kembangkan, bahwa Menteri Agama mengembangkan ini, bagaimana supaya ini secara masif kita menyampaikan terkait moderasi beragama ini kepada masyarakat. Kenapa, karena kondisi yang ada saat ini dimana masyarakat kita memahami ajaran ke Agama itu banyak yang kadang tidak memahami secara benar. Padahal kita diajar memahami ajaran agama itu secara benar berada di posisi yang tengah artinya tidak ekstrem kiri dan tidak ekstrem kanan. Sekarang kita lihat, seperti memahami ajaran agama apa yang dia pahami itu dia benar dan orang lain salah, dan pemikiran itu tidaklah benar.

Oleh karena itu moderasi beragama ini adalah bahagian dari bagaimana supaya tidak lagi ada hal-hal yang seperti itu.

Target kita pada kegiatan ini, tentu kita memberikan pemahaman kepada para peserta terkait moderasi beragama. Apa itu moderasi beragama, kemudian nanti apa saja indikator-indikatornya, kemudian apa yang harus dilakukan setelah ini saya kira para instruktur nanti akan menyampaikan. Oleh karena itu tentu ketika mereka memahami moderasi beragama dia aplikasikan untuk diri sendiri dulu, dan setelah itu tentu kita berharap untuk diberikan berupa pemahaman kepada masyarakat secara umum. Makanya tadi sudah kita sampaikan Alhamdulillah kalau ini sudah selesai kita sudah melakukan penguatan moderasi beragama ini terhadap 505 pegawai dan para penyuluh agama islam. Kalau dikembangkan satu orang saja mengembangkan terhadap 50 orang sudah berapa itu yang memahami, kalau itu juga terjadi tentu tingkat toleransi beragama, harmonis dalam beragama, maka itu bisa terjadi.

Mahyuddin berharap, dengan adanya pembinaan tersebut akan menambah wawasan dan pengetahuan kepada para penyuluh, agar lebih siap dalam menyampaikannya kepada masyarakat.

Kabag Tata Usaha Kanwil Agama Provinsi Riau Drs. H. Asmuni Hasan, MA., menyampaikan bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini, memberikan peningkatan, pemahaman tentang kehidupan sebagai warga negara serta memahami secara utuh.

Kami berharap melalui penyuluhan ini kepada para peserta adanya peningkatan pemahaman terhadap Moderasi Beragama ini akan lebih membawa dampak yang positif, dan penyampaian secara Masif kepada Masyarakat luas di Provinsi Riau.” Tutur Asmuni Hasan.