Camat Inuman Arifin,SE semangati Kelompok tani Diseberang Pulau Busuk”dalam mendorong peningkatan ekonomi masyrakat

oleh -1.494 views

Teluk kuantan – Camat Inuman Arifin,SE mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di tengah pandemi covid-19 saat ini.

Arifin mensupport secara penuh berbagai upaya yang dilakukan masyarakat baik perorangan ataupun kelompok.

Hal itu diungkapkan Camat Inuman di sela sela penanaman perdana Bibit Cabe rawit di Desa Seberang Pulau Busuk ,Senin,29/11/21.

Arifin yang didampingi Kasi PMD,Jufrinaldi,SE,Pendamping Desa (PD) Ria, sangat mengapresiasi langkah pemerintah Desa Seberang Pulau Busuk bersama kelompok Wanita Tani karya tani bergerak dalam pemulihan ekonomi dengan menanam Cabe Rawit ,cap Camat Inuman Itu.

Pada kesempatan itu, Arifin menyebutkan, di tengah pandemi covid-19 saat ini, sektor pertanian menjadi salah satu sektor ekonomi yang menjanjikan, termasuk Cabe Rawit ini.

Dirinya berharap instansi terkait, bisa memberikan pendampingan dan bantuan bagi petani jika memang tersedia.

“Mudah-mudahan, hasil produksi cabe rawit ini nanti, bisa untuk memasok kebutuhan masyarakat di Kuansing atau bahkan luar daerah,” ulas Arifin.

Ditambahkan camat”Suatu kebanggaan bagi kami karna ibu ibu yang sudah berusia 50-60 tahun ini masih bersemangat untuk bertani.

Camat berharap kelompok tani wanita karya tani desa seberang pulau busuk ini bisa menjadi kelompok percontohan bagi kelompok tani yang ada di kecamatan Inuman khususnya Kuansing umum nya.
Diakui camat ,dikecamatan Inuman sendiri belum ada icon nya di bidang pertanian ini.mudahan mudahan dengan semangat ibuk ibuk ini bisa nama kecamatan inuman ini jadi familiyar di sektor pertanian.tutup camat.

Sementara itu Kepala Desa Seberang Pulau Busuk,Agus Purnama menuturkan bahwa kebun Cabe rawit ini yang dikelola itu luasnya sekitar 1/2 hektare.

Dijelaskannya, penanaman di lahan seluas itu sekitar 4000 bibit cabe rawit yang kita alokasikan dari dana desa tahun 2021.

Saya meminta kepada penyuluh pertanian lapangan ( PPL ) kecamatan inuman agar betul betul membina masyrakat nya di bidang pertanian ini,dan Agus juga berharap kepada masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani ini juga serius untuk bertani.jangan separoh separoh,untuk apa kami anggarkan dari dana desa kalau hasil nya nol nanti.kalau masyrakat gak mau dibina.tegas kades.

Lanjut Agus,didesa kita ini masih banyak lahan tidur yang mesti kita manfaat kan,asalkan masyrakat nya mau.

Kalau masyarakat mau dibina salah satunya disektor pertanian ini dengan memanfaat lahan tidur kami selaku pemdes akan mensuport.

Jujur kata kades,tujuan kami mengucurkan dana desa untuk kelompok tani ini,kami semata mata memikirkan masyrakat,karna mata pencarian masyrakat didesa seberang pulau busuk petani.kami berfikir bagaimana hujan satu Minggu masyrakat masih bisa makan tampa berhutang diwarung.

Bagaimana caranya ? Ya salah satu bertani seperti ini.
Dicontohkan kades,selain menanam cabe ini,ibu ibu kan bisa bertanam ubi,kangkung dan lain sebagainya. Dari hasil nya daun ubi dan kangkung itu saja ibu bisa jual meskipun Rp.10.000, Rp
20.000 itukan sedikit mampu membantu untuk kebutuhan dapur.tutup kades.