Tokoh dan Pimpinan Ponpes NU se Riau Sampaikan Sikap Terkait Kepengurusan NU

oleh -11.704 views

NSKNEWS.COM | Pekanbaru – Tokoh alim ulama dan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) se Riau, Jumat (7/1/20221) menyampaikan pernyataan sikap terkait dengan kepengurusan Nahdatul Ulama (NU) di Proivnsi Riau baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Penyampaikan perrnyataan sikap dipimpin tokoh NU, Abdurrahman Qoharuddin, berisi lima butir pernyataan yaitu, pertama, telah terjadi kekosongan pengurus PW NU Riau sejak berakhirnya SK Karateker ke-3 pada tanggal 5 Agustus 2021, kedua, memohon kepada PBNU untuk segera tim karateker PW NU Riau, dan ketiga, seluruh kegiatan PWNU Riau termasuk tim karateker agar terpusat di sekretariat PWNU yang beralamat di Jalan Ahmad Dahlan Nomor 98 A, Sukajadi, Pekanbaru.

“Keempat adalah seluru PCNU se Riau agar segera berkoordinasi dan melaporkan keadaan PCNU-nya masing-masing ke sekretariat PWNU di Jalan Ahmad Dahlan dan kelima adalah memohon seluruh warga nahdiyin agar tetap sabar dan tawakkal semoga kepengurusan PWNU dan PCNU se Riau segera terbentuk,” jelasnya.

Sebelum penyampaian pernyataan sikap, terlebih dahulu diadakan pertemuan di sekretariat yang diikkuti sesepuh NU, pimpinan pondok pesantren,PC NU se Riau, Penanggung Jawab acara, KH KholidJunaidi dan pihak terkait lainnya yang secara khusus mengikuti pertemuan itu.

KH Kholid Junaidi megatakan bahwa pertemuan tokoh alim ulama dan pimpinan pondok pesantren se Riau itu didasari keprihatin yang mendalam atas kepengurusan PWNU selama ini.

“Sejumlah PC NU juga vakum. Jadi kami mempunyai inisiatif untuk mengumpulkan dengan Ketum PBNU yang baru, kita sama – sama berjuang untuk membesarkan NU di Riau,” tegasnya.

Sementar itu, Ketua PC Dumai, Ansori menguraikan selain mengemban amanat, keberadaan NU juga merupakan wadah untuk saling memberikan dukungan.

“Sebenarnya keprihatinan itu sudah dirasakan lebih dari dua tahun yang lalu.Bukan hanya vakum tetapi diperparah dengan pola kepemimpinan tidak sesuai dengan AD ART padahalNU memiliki AD ART dan peraturan organisasi,” ungkapnya.

Dikatakan, bahwa organisasi memang harus kuat, solid tetapi harus sesuai aturan main.

“Sudah beberapa kali melakukan pertemuan tapi momentum belum tepatnya. Maka dengan terpilihnya kepengurusan NU di nasional. Maka di Riau bisa melakukan pembenahan dalam semua hal. Karena kejadian atau persoalan ini tidak hanya Riau tetapi juga di daerah lainnya. Maka kita akan bersama-sama uUntuk membenahi NU di Riau,” ucapnya.

Sesepuh NU, KH Abdul Wahid mengharapkan agar Yahya Cholil Staquf yang terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026 dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung dapat membenahi kepengurusan PWNU di Riau.***(rls)