Tim Gugus Tugas Covid-19 Pekanbaru, Tinjau Posko PPKM Di Kecamatan Tuah Madani

oleh -178 views

Pekanbaru – Dengan diperpanjang waktu pelaksanaan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di level 4 dari tanggal 2 hingga 9 Agustus kedepan, pemerintah kota Pekanbaru berupaya akan melakukan perhatian terhadap kesehatan bahkan kesejahteraan bagi masyarakat di tingkat Kecamatan, Kelurahan hingga dilingkungan RT dan RW.

Dalam hal ini untuk memastikan kesiapan tersebut, Sekretaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru yang juga Asisten I Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru Azwan pada Rabu (04/08/21) langsung melakukan inspeksi mendadak atau sidak di Kecamatan Tuah Madani.

Kunjungan Asisten I didampingi oleh Kalaksa BPBD Pekanbaru Zarman Chandra, Camat Tuah Madani Abdul Barri SIP dan rombongan tersebut melakukan peninjauan di Kelurahan Air Putih dan Kelurahan Sidomulyo Barat.

Usai peninjauan, Asisten Azwan menyebutkan tujuan kegiatan bahwasanya pemerintah kota Pekanbaru memastikan Posko PPKM ditingkat kecamatan, kelurahan hingga RT dan RW tersebut dalam skema fungsional.

Ia mengatakan bahwa keberadaan Posko PPKM yang fungsional ini dilihat dari keaktifan para petugas serta didukung dengan data-data yang lengkap, sehingga monitoring tersebut dapat dilakukan dengan jelas.

“Jadi di posko ini terdapat data traffic yang nyata, harus adanya peran petugas disertai dengan data dan sarana prasarana pendukung. Artinya bukan hanya keberadaan posko tersebut sebagai label saja,” ujar Asisten Azwan.

Selain itu, asisten juga mengatakan sesuai dari keinginan Wali Kota Pekanbaru bahwa Posko PPKM dapat dijadikan tempat koordinasi untuk lebih mengetahui kondisi dan situasi masyarakat ditengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Maka fungsinya jelas, di Posko PPKM ini kita dapat terus memantau kesehatan masyarakat serta dapat juga dipergunakan sebagai tempat penyaluran kebutuhan masyarakat yang terdampak Covid-19. Melalui data update setiap harinya, tentu kita akan mengetahui warga yang sakit dan meninggal akibat terpapar Covid-19,” jelas asisten.

Menurutnya dengan adanya fungsional Posko PPKM di kelurahan hingga RT dan RW tersebut, data-data harus lengkap dengan tingkat keakuratan yang tepat.

“Misalnya data warga yang terkonfirmasi Covid-19, apakah positif atau negatif. Dan berikutnya data kebutuhan oksigen untuk warga. Selain itu juga data penerima bantuan PKH dan BLT bisa dilihat di Posko ini,” urai asisten.

“Sehingga dengan adanya kelengkapan ketersediaan di Posko PPKM akan menjadi dasar pemerintah untuk mengambil suatu kebijakan dalam menekan angka penyebaran wabah Covid-19 disetiap lingkungan,” tutup seraya mengharapkan kepada seluruh ketua posko agar dapat menjaga sinergitas peran serta TNI-Polri.

Ditempat yang sama, Camat Tuah Madani Abdul Barri SIP mengatakan bahwa kunjungan peninjauan dari Asisten I Setdako Pekanbaru selaku Tim Gugus Tugas Covid-19 pada prinsipnya untuk melihat lebih dekat kesiapan pemerintah ditingkat kelurahan dalam mendukung penerapan PPKM level 4 di lingkungan masyarakat.

“Kami dari Kecamatan Tuah Madani mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan perhatian pemerintah kota Pekanbaru. Untuk diketahui, posko-posko PPKM yang sudah ditugaskan dan diperintahkan tetap akan berupaya memberikan pelayanan bagi masyarakat di masa pandemi Covid-19,” ujar Camat Barri.

Tidak dipungkiri juga, Camat Barri menyebutkan bahwasanya tujuan dari kunjungan dan monitoring ini adalah melihat dari kesiapan Posko hingga para petugas terkait dengan SOP langkah-langkah penanganan menghadapi masalah penyebaran wabah Covid-19 di suatu wilayah.

“Artinya monitoring warga yang terdampak Covid-19 dapat segera diketahui serta penyaluran bantuan kebutuhan dapat lebih fokus dan terarah. Kita juga berupa untuk kebutuhan medis dan kebutuhan pangan nantinya bisa didapatkan di Posko PPKM ini,” sebut Camat.

Dengan demikian, keberadaan Posko PPKM khususnya di wilayah Kecamatan Tuah Madani kedepannya dalam hal penyajian data akan terintegrasi dengan jelas, sesuai dengan rencana pemerintah kota Pekanbaru untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19. *(Mrz)