Mengawal Mutu Keamanan Pangan, Pemko Dan BPPOM Sidak Uji Takjil Ramadhan

oleh -104 views

Pekanbaru – Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Ayat Cahyadi meninjau pasar takjil bersama pihak Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM).

Dalam pemantauan ini, dagangan takjil para pedagang aman dari bahan berbahaya.

“Saya meninjau dagangan pedagang takjil bersama BBPOM dan Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag). Kami menguji makanan-makanan yang dijual oleh para pedagang takjil untuk buka bersama,” ungkapnya.

Laporan yang disampaikan kepala BBPOM Riau, tak ditemukan bahan berbahaya pada takjil yang dijual. Hal ini berdasarkan pengujian di laboratorium mobile milik BBPOM.

“Kami juga memberikan edukasi kepada pada pedagang agar ketika membuat makanan tak mengenakan bahan pewarna dan pengawet. Sehingga, makanan yang dijual merupakan makanan yang berkah dan sehat. Selain untungnya banyak, pahalanya juga banyak,” kata Ayat.

Kepada para pedagang dan pembeli agar menerapkan protokol kesehatan (prokes). Kalau, pedagang sakit jangan berjualan. Begitu juga dengan pembeli.

“Langsung periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Ini penting untuk kesehatan bersama,” ucap Ayat.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) memantau keamanan makanan di pasar takjil, Senin (26/4/2021).

Pemantauan ini dilakukan agar pedagang takjil tak menggunakan bahan berbahaya.

“Ini salah satu bentuk kehadiran Pemko Pekanbaru dalam rangka mengawal mutu keamanan pangan, terutama jajanan buka puasa. Kami sudah melakukan pemeriksaan sampel pengujian di Kota Pekanbaru, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Pelalawan,” kata Kepala BBPOM Pekanbaru Yosef Dwi Irwan saat mendampingi Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi memantau pasar takjil, Senin (26/4/2021).

Dari 268 sampel, hanya satu yang tidak memenuhi syarat. Artinya, tingkat kesadaran pedagang terhadap keamanan pangan sudah cukup baik.

“Kami tidak menemukan bahan berbahaya. Kami juga mendorong konsumen agar cerdas. Selain bebas dari bahan berbahaya, juga diperhatikan kebersihan makanannya,” ucap Yosef.

Kesempatan yang sama, Kepala Disperindag Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, pihaknya bersama BBPOM sudah melakukan pemantauan terhadap pasar takjil sejak awal Ramadan. Hingga kini, hanya satu pedagang yang ditemukan menggunakan zat pewarna.

“Itu pun hanya hari pertama puasa. Kami lihat perkembangannya semakin baik dari hari ke hari,” ujarnya.

Diharapkan, para pelaku usaha makin sadar bahwa berdagang itu juga harus memegang amanah. Agar, pembeli tidak dirugikan. (*)