MENETERI AGAMA KALAH 2 KALI DENGAN PROF. MUJAHIDIN.

oleh -1.232 views

Pengadilan  Tinggi Tata Usaha Negara (PT.TUN) Jakarta  menguatkan Putusan PTUN  Prof Akhmad Mujahidin, yang diberhentikan dari jabatan Rektor UIN Sultan Syarif Kasim, Riau. Hakim PTTUN menilai pemberhentian jabatan rektor oleh Menteri Agama tidak sah..
perkara ini diputus dalam rapat musyawarah Majelis

Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta pada hari Kamis,

tanggal 7 Oktober 2021 oleh kami H.M. ARIF NURDU’A, S.H., M.H., Hakim

Tinggi pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta sebagai Ketua

Majelis, BUDHI HASRUL, S.H. dan WENCESLAUS, S.H.,M.H. Hakim-Hakim

Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta masing-masing sebagai Hakim Anggota,

putusan mana diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari dan tanggal itu juga oleh KetuaMajelis tersebut dengan didampingi Hakim-Hakim

Anggota dan dibantu oleh MUHAMAD ALI, S.H., sebagai Panitera Pengganti

pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta, tanpa dihadiri oleh

kedua belah pihak yang bersengketa ataupun kuasanya ;

dengan putusan sebagai berikut;

M E N G A D I L I

– Menerima permohonan banding dari Pembanding/Tergugat;

– Menguatkan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta

Nomor 39/G/2021/PTUN-Jkt. tanggal 17 Juni 2021, yang

dimohonkan banding;

– Menghukum Pembanding/Tergugat untuk membayar biaya perkara

pada kedua tingkat pengadilan yang untuk tingkat banding

ditetapkan sebesar Rp 250.000,00.- (Dua ratus lima puluh ribu

rupiah);
Sebelumnya, Khairunnas dilantik menjadi Rektor UIN Suska, Riau, periode 2021-2025 oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di kantor Kementerian Agama, Rabu (19/5). Hadir sebagai saksi Sekjen Kementerian Agama Prof Nizar Ali dan Dirjen Pendis Muhammad Ali Ramdhani. Khairunnas melewati berbagai tahapan seleksi untuk menggantikan Prof Akhmad yang diberhentikan. Mulai verifikasi kelengkapan bahan oleh panitia penjaringan balon Rektor UIN Suska Riau, penilaian kualitatif oleh Senat Universitas dan wawancara oleh Komisi Seleksi (Komsel) Kemenag RI, hingga keluar nama yang diputuskan oleh Menteri Agama RI.

Sementara itu enurut iqbal mahasiswa FASIH kebetulan saya udah baca surat putusan ini , kalo untuk mengembalikan jabatan rektor Uin suska riau saya rasa  sangat sulit,apalagi sudah di SK kan rektor yang baru oleh kemenag, walaupun putusan ptun jkt menang saya rasa dengan kasus” Prof mujahidin sangat Susah untuk d kembalikan menjadi rektor…

Dan saya rasa sudah cukup 3 tahun kepemimpinan prof mujahidin di Uin suska riau, karena sangat banyak demonstrasi ttg beliau, namun sebagai mahasiswa Hukum, kemenag harus mengabulkan seluruhnya putusan PTUN jakarta…karena itu sudah menjadi hak dari penggugat , demikian harapan iqbal mahasiswa  semester 7.

Tanggapan berbeda dari disen UIN SUSKA yang tidak mau disebutkan namanya, siapapun rektor yang di lantik hatrapanya agar remunerasi di UIN SUSKA bias 100% walaupun itu hal yang sulit.