Kalaksa BPBD Kota Pekanbaru Tidak Konsisten Dengan Ucapan

oleh -84 views

Pekanbaru — Sudah hampir 4 bulan gapura jalan duyung rusak. Kerusakan itu diakibatkan oleh tumbangnya baleho pada hari minggu (22/5) atau 4 bulan lalu. Namun terus akan tersebut tidak kunjung diperbaiki sesuai pernyataan yang disampaikan oleh Kalaksa BPBD kota Pekanbaru Zarman Candra. Padahal saat meninjau robohnya baleho dijalan Duyung Zarman Candra telah menyampaikan statement selaku pejabat bahwa pengelola akan mempertanggung jawabkan kerusakan yang ditimbulkan oleh tumbangnya baleho.

Namun hingga kini gapura tersebut tidak tersentuh perbaikan. Gapura yang dibangun dari swadaya masyarakat kini tak kunjung dilakukan renovasi dan dibangun kembali seperti janji Kalaksa BPBD Zarman Candra.

Teva Iris sangat menyayangkan apa yang telah terjadi pada gapura jalan Duyung tersebut. Penantian masyarakat agar kembali berdiri megah seperti sedia kala tidak kunjung terjadi. Bahkan pemilik baleho penyebab hancurnya gapura seperti tidak mau tahu dan Zarman Candra selaku pejabat yang berjanji akan diperbaiki juga seperti lupa dengan apa yang telah disampaikannya.

“Masyarakat jalan duyung pasti tidak akan lupa apa yang telah disampaikan Zarman Candra saat meninjau lokasi Rubuhnya baleho.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Zarman Candra menyebut bahwa pemilik baliho siap bertanggung jawab atas kejadian ini. Ia menyebut bahwa kerusakan merupakan tanggung jawab pemilik baliho. Pernyataan yang sangat tegas disampaikan saat itu oleh seorang pejabat publik”.

“Janji tersebut yang hingga kini dinanti oleh masyarakat jalan duyung.Harapan mereka hanyalah agar gapura mereka bisa berdiri kokoh seperti sedia kala.Gapura tersebut dibangun oleh masyarakat dengan susah payah dan dilaksanakan secara swadaya demi kebersamaan”.

“Sebagai seorang pejabat publik apa yang kini dilakukan Zarman candra sungguh tak pantas dilakukan. Apa yang telah keluar dari mulutnya harus mampu dipertanggung jawabkan. Kalau tidak ini mananya pembohongan publik”.

“Bagaimana bisa seorang pejabat melakukan hal hal yang tidak bermoral seperti ini. Tampa malu melakukan pembohongan pada masyarakat. Jika memang tidak mampu mendesak pengelola tidak perlu Zarman Candra membuat janji pada masyarakat”.

“Sebagai seorang pejabat pemko Pekanbaru yang dilakukan Zarman candra bukan hanya mencoreng dirinya sendiri tapi juga telah mencoreng marwah dan wibawa Walikota selaku pimpinannya. Tidak pantas Zarman melakukan pembohongan publik. Seharusnya tampa berjanji Zarman Candra bisa mendesak pemilik baleho untuk melakukan perbaikan gapura karena dirinya punya kekuatan selaku pejabat untuk mendesak pemilik baleho”.

“Sudah saatnya Pj Walikota bisa melihat dan mempertimbangkan orang orang yang akan dipercayai untuk memegang sebuah jabatan. Selama ini yang dirasakan masyarakat bahwa orang orang pemangku jabatan banyak yang tidak mementingkan kepentingan masyarakat. Mereka hanya memanfaatkan penderitaan masyarakat untuk kepentingan pribadi dan golongan. Apalagi pejabat yang suka melakukan pembohongan publik diharapkan agar tidak lagi bisa menduduki sebuah jabatan. Jika mereka tetap memperoleh jabatan maka akan membuat citra Pj walikota jelek dimata masyarakat. Sebab para pejabat adalah perpanjangan tangan walikota yang harus bisa mengimplementasikan semua kebijakan dan program walikota kepada masyarakat”, tutup Teva Iris.