Gubernur Riau Buka Kegiatan Gerakan Nasional Penanggulangan Pandemi Covid-19 Berbasis Fatwa MUI

oleh -76 views

Pekanbaru – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memiliki upaya strategi khusus dalam menekan dan menanggulangi permasalahan penyebaran wabah Covid-19.

Hal ini terlihat dari dimulainya pelaksanaan Gerakan Nasional Penanggulangan Pandemi Covid-19 berbasis Fatwa MUI yang dilakukan secara serentak di 34 Provinsi di seluruh Indonesia melalui Luring dan Daring.

Adapun untuk di Provinsi Riau sendiri kegiatan Gerakan Nasional Penanggulangan Pandemi Covid-19 berbasis Fatwa MUI dilaksanakan pada Rabu (16/06/21) Siang bertempat disalah satu Ballroom hotel di kota Pekanbaru.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Gubernur Riau Syamsuar M.Si, Ketua MUI Provinsi Riau Prof. Dr. H. Ilyas Husti SH, MH, Karo Kesra Setda Provinsi Riau, Pengurus Pondok Pesantren se Riau, tokoh-tokoh agama, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan lainnya.

Dalam hal ini, Ketua MUI Riau Prof. Dr. H. Ilyas Husti SH, MH mengatakan bahwasanya kegiatan gerakan nasional ini berupaya mengatasi masalah2 khususnya menekan percepatan penanganan wabah Covid-19 yang masih terus terjadi.

“Ini merupakan tugas dari MUI dalam mengayomi dan menyelamatkan umat beragama dari wabah Covid-19. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini angka penyebaran bisa ditekan,” sebut Prof. Ilyas Husti.

Ia juga menyebutkan, untuk kegiatan Gerakan Nasional Penanggulangan Pandemi Covid-19 berbasis Fatwa MUI di Provinsi Riau dilaksanakan pada dua tahap yaitu secara offline dengan peserta 35 orang dan secara online 100 orang.

“Jadi pelaksanaan kegiatan ini dilakukan karena melihat sifat masyarakat yang tidak peduli dengan adanya wabah Covid-19 di Riau ini, dan melihat masih ada diantara tokoh-tokoh agama, dan mubaliq yang tidak sama visinya dengan kita, seolah-olah ada fitnah diantara permasalahan Covid-19,” tutup Ilyas Husti seraya berharap tentunya akan memberikan manfaat dan keselamatan jiwa bagi masyarakat Riau.

Sementara itu, pemerintah Provinsi Riau sangat menyambut baik kepedulian MUI dalam menekan angka penyebaran wabah Covid-19 melalui program Gerakan Nasional Penanggulangan Pandemi Covid-19 berbasis Fatwa MUI.

“Kami sangat mengapresiasikan kebijakan dari MUI dalam membantu pemerintah menghadapi permasalahan wabah Covid-19 yang sampai saat ini wabah tersebut masih mengancam sebagian besar masyarakat Provinsi Riau,” ujar Gubernur Riau Syamsuar.

Gubernur juga memaparkan kondisi kasus Covid-19 di Provinsi Riau terjadi naik turun dan bervariasi disetiap daerah kabupaten/kota.

“Hal ini disebabkan karena masih abainya masyarakat terhadap himbauan dari pemerintah serta masih banyaknya orang yang tidak percaya kebenaran wabah virus corona ini melalui informasi dari berita-berita bohong yang ada media-media sosial,” sebut Gubernur Riau.

Namun menurutnya, pemerintah Provinsi Riau selalu berupaya memberikan edukasi dan penyuluhan-penyuluhan kepada seluruh masyarakat pada umumnya dan terhadap ulama serta mubaliqh pada khususnya.

“Sosialisasi penerapan protokol kesehatan dengan pola 5M yakni Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, dan Mengurangi mobilitas selalu kita sampaikan kepada masyarakat. Dan kami pemerintah juga telah menjalankan kebijakan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 melalui kebijakan 3T yakni Testing (pemeriksaan dini), Tracing (pelacakan), dan Treatment (perawatan),” urai Gubernur Syamsuar.

“Selain itu, pelaksanaan pemberian vaksinasi kepada masyarakat juga langkah kita dalam mengurangi penyebaran wabah Covid-19 yang masih berlangsung hingga sekarang. Untuk itu melalui forum ini kami mengajak para ulama agar dapat memberikan pemahaman-pemahaman tentang bahaya Covid-19 serta mengajak masyarakat untuk ikut vaksin sehingga tercipta Herd immunity atau kekebalan kelompok adalah kondisi ketika sebagian besar orang dalam suatu kelompok telah memiliki kekebalan terhadap penyakit infeksi tertentu,” tutup Gubernur Riau.

Kegiatan Gerakan Nasional Penanggulangan Pandemi Covid-19 berbasis Fatwa MUI dibuka secara langsung oleh Gubernur Riau dengan pemukulan gong yang disaksikan langsung oleh tamu undangan yang hadir. *(mrz)