Babinsa Sangat Serius Simak Proses Produksi dan Pembuatan Tahu

oleh -1.804 views

Agam, nsknews.com – Babinsa Koramil 02/Banuhampu Sertu Budi Saputra melaksanakan kunjungan ketempat usaha pembuatan tahu dengan kapasitas produksi 50kg/hari.

Tujuannya untuk melihat proses pembuatan tahu yang diproduksi di Desa, pabrik pembuatan tahu tersebut sudah ditekuni selama 5 tahun sampai sekarang oleh Bapak Asep warga Jorong Bulaan Kambah Kecamatan Banuhampuh Kabupaten Agam pada Rabu (22/12/2021).

Untuk diketahui, Tahu merupakan makanan yang dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan dan diambil sarinya.

Berbeda dengan tempe yang asli dari Indonesia, tahu berasal dari Cina, seperti halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso.

Dalam proses pembuatannya, pertama sekali pilih kedelai yang bersih dan besar ukurannya, kemudian cuci sampai bersih.

Selaku pengusaha Tahu, Bapak Asep menerangkan secara garis besar proses pembuatan tahu sebagai berikut rendam kedelai dalam air bersih selama 8 jam, usahakan seluruh kedelai tenggelam.

Dalam proses perendaman kedelai akan mengembang, kemudian bersihkan kembali kedelai dengan cara dicuci berkali kali. Usahakan kedelai ini sebersih mungkin untuk menghindari kedelai cepat masam.

Hancurkan kedelai dengan cara ditumbuk dan secara perlahan tambahkan air sedikit-demi sedikit sehingga kedelainya berbentuk bubur.

Masak bubur kedelai dengan hati-hati pada suhu 70-80 derajat (biasanya ditandai dengan gelembung kecil yang muncul pada kedelai yang dimasak).

Ingat untuk menjaga agar kedelai jangan sampai mengental. Saring bubur kedelai tersebut bersama batu tahu atau asam cukup, sambil diaduk secara perlahan.

Proses ini akan menghasilkan endapan tahu (gumpalan). Endapan itu kemudian siap untuk di press dan dicetak sesuai ukuran dan keinginan anda taruh di dalam cetakan.

Kemudian taruh pemberat yang berfungsi untuk menekan ampas supaya kandungan airnya benar-benar habis lalu keluarkan tahu dari cetakan, potong sesuai selera, dan siap dikonsumsi.

Babinsa Sertu Budi Saputra mengatakan usaha yang dikembangkan oleh Bapak Asep melalui produksi bahan baku kedelai yakni tahu dan tempe yang merupakan ciri khas milik Indonesia sudah ditekuni berjalan lebih kurang 5 tahun lamanya dan hasil produksinya dijual ke pasar tradisional.

“Dengan hasil usaha tersebut, Bapak Asep sangat berkecukupan di dalam kebutuhan rumah tangganya,” Ujarnya.

Bapak Asep selaku pengusaha tahu dan tempe mengungkapkan sangat senang dengan kehadiran Babinsa ke tempat usahanya.

“Walaupun disini banyak asap dan panas tapi saya melihat Babinsa begitu ulet dalam membantu proses pembuatan tahu, sehingga kami merasa mendapatkan teman untuk bertukar pikiran di Pabrik ini,” pungkasnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.