Sekdisdik Pekanbaru harapkan semua Kepala Sekolah tidak langgar permendikbud untuk penyediaan LKS

oleh -59 views

Pekanbaru, Sekdisdik Kota Pekanbaru, Mujailis mengharapkan kepada semua Sekolah untuk tidak melanggar Permendikbud nomor 75 tahun 2016 pada pasal 12 huruf a menerangkan bahwa Komite Sekolah baik perorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam atau bahan pakaian seragam disekolah.

Hal ini diungkapkan Mujailis saat menerima kunjungan awak media di kantor Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru jalan Air Hitam kelurahan Air Hitam Pekanbaru, Rabu (01/09/21).

Masalah jual beli LKS atau bahan ajar pendidikan ini merupakan dilema bagi dunia pendidikan. Di satu sisi bahan ajar ini sangat diperlukan oleh pihak sekolah dalam meningkatkan kecerdasan siswa tapi di sisi lain pihak sekolah tidak dibenarkan untuk mengadakan bahan ajar seperti LKS atau buku lainnya karena terikat pada permendikbud nomor 75 tahun 2016 dan juga aturan perundang-undangan lainnya karena dapat dikategorikan kepada pungutan liar.

Ini yang menjadi dilema Dinas pendidikan dan pihak sekolah yang ada di kota Pekanbaru. Dimana orang tua siswa ingin agar anaknya pintar dan tidak mempermasalahkan bila sekolah meminta untuk diadakan buku lainnya selain dari buku paket yang sudah disediakan oleh sekolah dari dana Bantuan Operasional Sekolah sebesar 1 juta rupiah persiswa pertahun. Namun bila hal itu dilakukan oleh pihak sekolah maka itu termasuk dalam pungutan liar dan melanggar permendikbud yang ada.

Jadi inilah yang menjadi keluhan dari Sekolah dalam mendidik siswa agar dapat memahami pelajaran. Apa yang harus mereka lakukan ini semata-mata agar dapat mencerdaskan anak didik mereka.

Oleh karena itu, Mujailis menegaskan bahwa apapun alasan dari sekolah yang secara langsung ataupun tidak langsung memberikan instruksi kepada orang tua siswa untuk membeli LKS sangat tidak dibenarkan. Apalagi sampai menitipkan ataupun bekerja sama dengan toko buku ataupun usaha photo kopi. Karena LKS itu merupakan bahan tambahan dalam pembelajaran sedangkan Dinas Pendidikan sudah menyediakan buku paket yang dijadikan acuan dalam pembelajaran.

Jika hal tersebut tetap dilakukan dan ada laporan dari orang tua siswa maka Disdik Kota Pekanbaru akan memberi sanksi. Apalagi bila sampai memberatkan dan mempengaruhi nilai siswa maka Disdik kota Pekanbaru akan mengambil tindakan tegas. Mulai dari memberikan peringatan pertama hingga ketiga, dan apabila tetap dilakukan juga maka disdik kota Pekanbaru akan memberikan sanksi dengan memindahkan mereka ke tempat lain.

Untuk itu, Mujailis mengharapkan kepada semua Sekolah yang ada di kota Pekanbaru jangan sampai melanggar permendikbud nomor 75 tahun 2016 ini agar tidak ada yang terkena sanksi. Pungkas Mujailis.(adly).