Perlunya Meningkatkan Penggunaan Trans Metro untuk Mengatasi Masalah Kemacetan di Kota Pekanbaru

oleh -202 views

NSKNEWS.COM | Pekanbaru – Kota Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau merupakan kota dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Provinsi Riau dimana berdasarkan Kota Pekanbaru dalam Angkat 2021 yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru terdapat 1.555 penduduk per km² dengan total penduduk keseluruhan 983.356 jiwa dan laju pertumbuhan penduduk per Tahun 2010-2020 di angka 0,89% per tahunnya.

Dengan meningkatnya jumlah penduduk juga berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Kota Pekanbaru. Yang mana jumlah mobil penumpang sebanyak 150.035 unit, bus sebanyak 2.201 unit, truk 59.139 unit, dan yang paling banyak adalah jumlah sepeda motor yakni lebih dari setengah juta unit tepatnya adalah sejumah 559.461 unit. (Badan Pusat Statistik Provinsi Riau)

Tetapi, Meningkatnya jumlah kendaraan ini tidak diimbangi dengan pembangunan sarana dan infrastruktur jalan, yang mana berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru masih terdapat 371,80 km jalan dalam keadaan rusak.

Hal inilah yang menyebabkan kemacetan di Kota Pekanbaru dimana peningkatan jumlah kendaraan tidak diimbangi dengan peningkatan sarana dan infrastruktur jalan. Salah satu upaya Pemerintah Daerah Kota Pekanbaru untuk mengatasi permasalahan kemacetan ini adalah dengan menghadirkan transportasi umum yakni Trans Metro Pekanbaru (TMP). Yang resmi diluncurkan sejak 18 Juni 2009 yang lalu.

Dengan hadirnya Trans Metro Pekanbaru diharapkan mampu menarik masyarakat untuk menggunakan transportasi umum sebagaimana motto TMP sebagaimana yang kita lihat di setiap unitnya adalah “Ayo Naik Bus” sehingga dengan beralihnya masyarakat menggunakan kendaraan umum dalam hal ini TMP diharapkan mampu menekan jumlah pengguna kendaraan pribadi sehingga permasalahan kemacetan ini dapat diatasi.

Seiring berjalannya waktu TMP ini mulai diterima dimasyarakat dibuktikan dangen meningkatnya jumlah penumpang TMP Pekanbaru  setiap tahunnya. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Direktur Utama PT Transportasi Pekanbaru Madani sebagai Operator bus Trans Metro Pekanbaru yang menyatakan “…Sekarang pemasukan kita mulai naik, artinya penumpang bertambah…” (pekanbaru.go.id)

Tetapi, sayangnya dengan meningkatnya minat masyarakat menggunakan TMP ini tidak diiringi dengan peningkatan sarana, prasarana, dan pelayanannya. Dimana masih banyak terdapat halte yang rusak sehingga penumpang merasa tidak nyaman dan aman saat menunggu bus. Kemudian pada awal di operasikan TMP terdapat petugas di setiap haltenya yang dapat membantu calon penumpang dan mengarahkan penumpang agar tidak salah menaiki bus. Tetapi, sekarang hanya di beberapa halte tertentu saja yang terdapat penumpang, belum lagi kontak person yang slow respon di dalam melayani masyarakat. Dimana waktu itu helm saya ketinggalan di dalam bus. Dan kemudian saya menghubungi kontak person, dan sampai sekarang belum ada tanggapan. (Pengalaman pribadi saya sebagai pengguna aktif TMP)

Yang menjadi permasalahan utama dan berkaitan langsung dengan kemacetan dan belum juga teratasi sampai sekarang adalah seringnya bus terjebak macet di jam sibuk yaitu pada pukul 07.00-09.00 WIB dan pukul 17.00-18.00 WIB sehingga menyebabkan bus tidak tepat waktu dan menyebabkan lamanya waktu di perjalanan. Pernah saat itu perjalanan dari Kampus UIN Sultan Syarif Kasim Riau menuju Kulim menghabiskan waktu 2.5 jam yang disebabkan macetnya diperjalanan dan lamanya waktu transit yaitu waktu tunggu bus selanjutnya yang melebihi 20 menit yang seharusnya waktu tunggu bus tersebut 5-10 menit berdasarkan SK Dirjan Perhubungan Darat No. 687/AJ.206/DRDJ/2002.

Hal ini dibuktikan dengan penelitian sebelumnya yang diteliti oleh Yosi Alwinda yang berjudul Analisis Faktor Muat Bus Trans Metro Pekanbaru Koridor Terminal Bandar Raya Payung Sekaki-Kulim yang menyatakan bahwa lamanya waktu tunggu kedatangan bus TMP berpengaruh besar terhadap pemilihan orang menggunakan bus TMP.

Untuk mengatasi permasalahan waktu tunggu ini. Sebaiknya TMP memiliki jalur khusus agar terhindar dari kemacetan dan bus TMP bisa datang tepat waktu. Sehingga minat masyarakat menggunakan TMP semakin meningkat dan mampu menekan penggunaan kendaraan pribadi, dan pekanbaru tanpa kemacetan dapat segera terwujud.***(rls)

Muhamad Nandi