Baca Buku Sejarahmu: Tentang “Islam dan Indonesia”

oleh -219 views

Baca Buku Sejarahmu: Tentang “Islam dan Indonesia”

Oleh: Jufri Hardianto Zulfan, S.H., M.H.,
(Pengamat Politik dan Hukum)

Beberapa waktu dewasa ini semakin mudah saja sebagian kecil dari masyarakat kita mengeluarkan statement tentang suatu keadaan tertentu yang seringkali statement tersebut justru melukai dengan sangat amat dalam sekali sebagian besar dari masyarakat yang hidup dinegara Indonesia ini. Statement yang nampak seperti pobia akut, menuduh, dan pandangan sinis terhadap golongan, agama dan etnis tertentu.
Lagi, dan lagi yang menjadi topik dalam isu tersebut adalah terkait dengan keislaman yang di opinikan tidak sejalan dengan negara ataupun dengan Pancasila, padahal jika manusia itu, mau bertanya dan membaca beberapa lembar buku-buku sejarah saja tentu dia akan secara langsung mengerti bahwa Islam dan negara Indonesia (Pancasila) tersebut tidaklah bertentangan dan bahkan justru hebatnya Pancasila tersebut dirumuskan oleh sebagian besar adalah tokoh-tokoh Islam yang bijaksana dan berjiwa besar dalam memberikan resultante terhadap dasar negara yang kita kenal hari ini dengan Pancasila.
Mempermasalahkan Bahasa Arab yang menjadi rujukan utama dalam pengkajian dan pemahaman umat Islam untuk kemdian mengaitkannya dengan terorisme adalah suatu kesalahan yang “fatal” yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang manusia Indonesia yang betul-betul sudah membaca dan memahami sejarahnya dengan baik dan benar. Jika kita cek dan lihat isi dari Pancasila itu terdapat rumusan dan kalimat dalam bentuk bahasa Arab seperti Adil, Musyawarah, Adab, Hikmah, dan sebagainya. Serta dalam Undang-Undang Dasar 1945 sendiri yang disebut dengan Konstitusi (hukum tertinggi) suatu negara pun menyebutkan dengan terus terang tentang kalimat-kalimat yang berasal dari bahasa Arab itu (dalam hal ini silahkan pembaca yang budiman baca sendiri begitu banyaknya kalimat asal katanya dari bahasa Arab yang termuat dalam Konstitusi tersebut). Serta disisi lain negara menjamin keberadaan agama, menjamin keamanan para pemeluk agama, menjamin para terselenggaranya agama. Maka keberadaan bahasa Arab dalam agama Islam adalah sangatlah fundamental, karena Kitab-Kitab utama agama Islam adalah berbahasa Arab dan dilindungi oleh Undang-Undang Dasar 1945.
Penulis berpendapat bahwa jika seseorang berbicara tentang agama Islam, baik itu ajaran, ibadah, maupun bahasa Arab lalu kemudian disangkutkan dengan terorisme atau bahkan menuduhnya sebagai ciri-ciri dari terorisme adalah termasuk perbuatan penistaan dan melanggar hukum yang seharusnya pelaku di hukum, dimintai keterangan atau setidak-tidaknya pihak berwenang memanggil pelaku untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya. Karena sebagaimana diketahui bahwa hukum yang berlaku dan yang berjalan di Indonesia bukan saja hukum positif (perundang-undangan) tetapi juga ada norma agama, norma susila dan norma kesopanan. Sehingga dapat dikatakan bahwa seseorang yang telah menghina agama bukan hanya telah melanggar hukum positif tetapi juga telah melanggar norma agama, dan bahkan dipertanyakan keberadaan nilai-nilai kesopanan, adab dan akhlaknya dalam hidup bergama dan bernegara.
Urusan tentang hubungan agama dan negara sebenarnya puluhan tahun silam sudah putus dan tuntas dengan baik oleh para tokoh bangsa kita, dan orang yang mau belajar dan membaca sejarah dengan baik dan benar akan langsung memahami bahwa Islam dan negara adalah suatu kesatuan yang utuh dan bahkan Pancasilapun berisikan ajaran-ajaran sebagaimana yang Islam ajarkan, seperti mempercayai adanya tuhan, bersikap adil, bermusyawarah, bergotong royong, menolong sesame, serta berkehidupan secara sosial.
Terakhir penulis sampaikan bahwa tidak adalagi tempat dinegara Indonesia ini perbuatan penghinaan, menuduh, mencurigai dan sebagainya terhadap agama tertentu. Kita sudah melewati kemerdekaan ini lebih dari 70 tahun yang dalam 70 tahun tersebut telah bersanding dengan baik kehidupan rukun beragama, bersuku, dan berbagai macam lainnya sehingga adalah suatu kesalahan besar jika dihari ini mempermasalahkan sesuatu yang tidak masalah sama sekali. Hingga akhirnya penulis berharap setiap orang diantara kita agar pamahamilah dan belajarnya sejarah negara kita dengan baik dan benar, bertanya kepada guru-guru yang memang mumpuni di bidangnya agar supaya kita tidak menjadi manusia-manusia yang rapuh, tidak teguh karena akar yang lemah menancap ketanah. Keteguhan seseorang dalam memahami sejarah tak ubahnya seperti pohon yang rindang yang memiliki akar yang menancap dalam dan kuat kedalam tanah.