Masuk Zona Merah, Pemko Bukittinggi Gelar Tes Swab PCR Bekerja Sama Dengan TNI-Polri

oleh -181 views

Agam – Pemerintah Kota Bukittinggi melakukan Tes Swab PCR bagi pelanggar Protokol Kesehatan (Prokes) yang terjaring razia tim gabungan Polri, TNI dan Satpol PP di Terminal Aua Kuniang pada Sabtu (19/06/21) lalu.

Pelaksanaan Razia yang digelar dari jam 09.00 WIB hingga 14.00 WIB, terjaring sekitar lebih kurang 162 orang pelanggar prokes, dan langsung melakukan Tes Swab PCR oleh tenaga kesehatan dari RSUD Kota Bukittinggi.

Dalam kesempatan itu, Walikota Bukittinggi Erman Safar mengatakan bahwasanya Tes Swab PCR bagi pelanggar prokes yang terjaring razia itu merupakan langkah tegas dari Pemko Bukittinggi dalam memutus mata rantai Covid-19.

“Saat ini Bukittinggi memiliki dua status, dari pusat Bukittinggi masuk zona merah. Sementara dari propinsi, Bukittinggi masuk zona orange. Kita tidak boleh lengah, kita harus ambil langkah tegas sekaligus upaya mengantisipasinya,” Ujar Walikota Bukittinggi.

Meski demikian, lanjut Wako, penekanan saat ini adalah bagaimana masyarakat mau mematuhi protokol kesehatan dalam menjalani aktifitas.

“Kita berharap masyarakat Bukittinggi patuh terhadap prokes agar tak mengganggu kegiatan perekonomian. Kita laksanakan prokes ketat, namun bantu juga untuk mematuhinya. Jangan sampai aktifitas usaha terganggu bahkan terhenti gara-gara tak patuh prokes,” Lanjut Walikota Bukittinggi

Selain Swab PCR Tes, bagi pelanggar prokes yang terjaring razia itu juga dikenakan denda langsung ditempat sebesar Rp.100.000, –

“Penerapan denda tersebut berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dan Pengendalian Covid-19,” ujar Wako

Sampel Tes Swab PCR dari pelanggar prokes tersebut langsung dikirimkan ke Laboratorium untuk diperiksa.

Hasil pemeriksaan akan diberitahukan melalui kontak selular yang didata saat dilakukan tes.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Dandim 0304/Agam Letkol Arh Yosip Brozti Dadi S.E., M.Tr (Han) yang menjelaskan tindakan ini dilakukan karena ketidakpedulian masyarakat atas permasalahan pandemi saat ini.

“Apalagi yang sudah divaksin, mereka beranggapan apabila sudah di vaksin sudah bebas dari Virus Covid-19, padahal Vaksin tersebut hanya bertugas untuk mengurangi bahaya negatif dari virus tersebut,” ujar Dandim 0304/Agam.

“Semoga dengan adanya tindakan seperti ini menjadi efek jera kepada masyarakat yang melanggar prokes dan menjadi contoh kepada masyarakat yang melaksanakan agar tetap waspada dengan Covid-19,” tutup Dandim 0304/Agam. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.