Gantikan Peran Pemerintah, Besok Aktivis GAMARI Cek Rumah Sakit Yang Meng-Covidkan Pasiennya

oleh -49 views

Pekanbaru – Bertempat di Kantor Sekretariat dan Tata Usaha Presidium Pusat GAMARI, organisasi kemasyarakatan yang Konsen di bidang Pengawasan dan Pendampingan Publik, Malam ini (16/6/2021) Aktivis Larshen Yunus Memastikan bahwa Laporan terkait adanya Rumah Sakit yang sengaja Meng-Covidkan Pasiennya akan di Tindaklanjuti.

Informasi tentang Praktek Meng-Covidkan Pasien itu sudah lama diterima oleh Jajaran Pengurus PP GAMARI. Hanya saja terlebih dahulu Proses Observasi dilakukan.

“Sudah banyak Masyarakat yang mendatangi Kantor kami. Pengaduannya itu-itu saja. Dugaan terjadinya Praktek Meng-Covidkan Pasien yang sebenarnya tidak terdampak Virus Covid-19. Dengan berbagai Akal Bulus, Pihak Rumah Sakit justru melakukan Intriknya. Baik itu dengan Pola Permainan Tunggal Manajemen Rumah Sakit, maupun yang melibatkan Peran Keluarga Pasien. Media Center Kami memperoleh informasi, bahwa Klem Biaya atas Pasien Covid-19 mencapai Ratusan Juta Rupiah” ungkap Larshen Yunus, Ketua PP GAMARI.

Bagi Yunus, sapaan akrab pria tinggi tegap itu. Bahwa atas besarnya Biaya Subsidi bagi Pasien yang terkena Covid-19, membuat semua pihak tutup mata, hilang nurani.

“Ya iyalah. Wong infonya kalau Pasien berhasil di-Covidkan, setidaknya Keluarga Pasien dan Apalagi Pihak Rumah Sakit akan Memperoleh Biaya yang Cukup Besar. Bisa mencapai Ratusan Juta Rupiah” tutur Larshen Yunus, yang juga merupakan Ketua DPD AKRINDO Provinsi Riau.

Sampai diterbitkannya berita ini, Tim Aktivis PP GAMARI juga akan menggandeng pihak-pihak yang berkompeten atas permasalahan ini.

“Apabila besok kami berhasil menemukan Rumah Sakit yang justru Melakukan Praktek Haram Meng-Covidkan Pasien. Kami pastikan Manajemen ataupun Pimpinan Rumah Sakit itu akan di Pidanakan sesuai Ketentuan Hukum yang berlaku. Sudahlah Kondisi saat ini yang sangat Memprihatinkan, bisa-bisanya Mereka melakukan Hal Keji seperti itu” sambung Larshen Yunus, dengan nada geram.

Terkait nama-nama Rumah Sakit yang akan menjadi sasaran Proses Investigasi PP GAMARI, Ketua Larshen Yunus dkk masih Merahasiakannya.

“Kita lihat saja besok. Praktek Haram yang sangat Keji ini akan Terbongkar Juga. Pihak Rumah Sakit dan Keluarga Pasien yang Terlibat akan Kami Pastikan Mendekam di Balik Jeruji Besi Penjara. Pak Kapolda Riau dan Kapolresta Pekanbaru juga akan kami Minta Bantuannya” tutup Larshen Yunus, mengakhiri pernyataan persnya. (rilis)