Menag Yaqut Cholil: Jangan Salahkan Agama Lain

oleh -164 views

Jakarta — Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa Islam merupakan ajaran agama yang benar.

Namun demikian, dia menegaskan itu bukan berarti mengatakan bahwa agama selain Islam adalah ajaran yang salah.

Menurutnya, di Indonesia terdapat beragam keyakinan dan setiap orang berhak mempunyai keyakinannya masing-masing.

Kemudian, Gus Yaqut juga memaparkan apabila Tuhan menginginkan agama itu satu, maka akan mudah bagi-Nya untuk membuat semua agama menjadi satu.

Akan tetapi, Tuhan menginginkan manusia berbeda-beda agar bisa saling bersilaturahmi, berhubungan, mengoreksi, serta berpikir kritis satu sama lain.

Selain itu, Gus Yaqut menyebut bahwa agama juga tidak boleh dipaksakan.

Dia menuturkan bahwa dalam Islam ada perintah untuk ada paksaan dan intimidasi dalam meyakini kebenaran beragama.

allowfullscreen>

Lebih lanjut, Gus Yaqut juga menyebut Indonesia tidak akan ada tanpa Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, serta agama-agama lokal lainnya.

Gus Yaqut menyatakan bahwa Indonesia saat ini bisa berdiri tegak dan jaya karena ada agama-agama yang beragam di dalamnya.

Dia pun berharap agar warisan Indonesia yang indah, beragam, dan kaya tersebut jangan sampai diwariskan dalam kondisi porak-poranda.

Selanjutnya, Gus Yaqut juga mencermati soal sejarah perkembangan Islam di Nusantara yang diimplementasikan secara moderat.

Ia memaparkan bahwa para pembawa Islam generasi awal menunjukkan sikap yang elegan dalam menghargai perbedaan.

Mereka bahkan juga menolak kekerasan, serta berkomitmen terhadap kebangsaan dan ramah terhadap budaya lokal.

Gus Yaqut mencontohkan bagaimana Wali Songo mendakwahkan Islam dengan budaya seperti Sunan Kalijaga yang menggunakan wayang.

Ia pun menegaskan jika ada orang yang menyebarkan Islam dengan cara kekerasan dan tidak berdamai dengan budaya serta kekayaan Nusantara.

Maka, lanjutnya, pihak yang waras dan berada di jalan yang benar, harus berani bersama-sama mengusirnya keluar dari NKRI. (rilis)