7.226 Pendatang Masuk Jakarta Usai Lebaran

oleh -88 views

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat sebanyak 7.226 warga non-DKI Jakarta atau pendatang baru masuk ke Jakarta usai Lebaran 2021.

Data itu merupakan akumulasi yang tercatat di aplikasi data warga per Jumat (21/5).

“Data Jumat 21 Mei 2021 jam 08.00 WIB, 7.226 warga pendatang baru,” kata Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta Budi Awaludin, saat dihubungi, Jumat.

Budi mengatakan alasan warga itu datang ke ibu kota bermacam-macam, mulai dari bekerja hingga kuliah.

Ia menyebut, pada prinsipnya Pemprov tidak melarang warga untuk ke Jakarta asalkan menyertakan dokumen-dokumen terkait.

“Banyak alasan mereka menetap di Jakarta, ada yang bekerja, kuliah, ngurus keluarga, dan lain-lain yang pada intinya Pemprov DKI Jakarta tidak melarang warga non jakarta menetap di Jakarta,” kata dia.

Di sisi lain, ia juga menyebut hingga pagi ini, ada 13.991 warga DKI yang kembali ke ibu kota.

Dengan jumlah itu, maka total warga yang datang ke Ibu Kota usai lebaran sejumlah 21.217.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengatakan pihaknya tidak melarang warga dari daerah untuk masuk Jakarta.

Ia menyebut, Pemprov DKI Jakarta hanya memperketat skrining warga yang akan masuk.

Anies menjelaskan, selama kondisi pandemi virus corona (Covid-19) ini pihaknya sudah menganjurkan agar warga Jakarta tidak berpergian keluar kota atau mudik ke kampung halaman selama libur Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Namun pada kenyataannya, tidak sedikit warga Ibu Kota yang akhirnya nekat mudik selama periode larangan mudik tersebut.

Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta, pihaknya akan melakukan skrining terhadap mereka yang kembali maupun baru masuk ke Jakarta.

“Saya ingin garis bawahi bahwa kebijakan Jakarta tidak pernah melarang orang masuk Jakarta. Jadi ini bukan pelarangan masuk Jakarta, karena Jakarta bagian dari Indonesia, siapa saja penduduk Indonesia bisa datang ke kota mana saja,” ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (17/5) lalu. (*)

Sumber : cnnindonesia